Dalam suatu perkuliahan, dosen mata kuliah Advertising saya yang juga seorang praktisi periklanan bercerita kali pertama melama kerja di bagian desain grafis.
Semula dia tidal punya self confidence karena pesaingnya orang-orang yang sudah punya pengalaman kerja, sementara dia baru lulus kuliah saat itu.
"Dosen saya pernah bilang kalau mendesain itu ingat saja konsepnya yaitu, ada pesan yang ingin kita sampaikan," cerira dosen saya di kelas.
Singkat cerita, dosen saya ini diterima kerja sampai akhirnya menjadi karyawan. Apa yang disampaikan dosenku itu selalu ingat satu kata, yaitu pesan.
Mendesain bukan menjadi seniman walaupun di dalamnya ada unsur seninya. Namun yang paling utama adalah pesan yang ingin kita sampaikan dalam mendesain.
Soal pesan ini pun berlaku untuk hal lain termasuk bagaimana kita membangun citra diri. Ketika ngomongin citra jangan skeptis dan stigma buruk dulu.
Karena sebenarnya siapapun kita, posisi apapun kita dan profesi apapun kita hakikatnya butuh membangun citra diri. Bahkan secara alamiah ketika kita upload video atau foto sebenarnya sudah masuk aktivitas membangun citra diri. Hanya saja masih acak dan tidak jelas citra diri yang ingin dibangun.
Citra diri itu penting sebagai bagian dari cara kita mengenalkan diri kepada publik. Saya selsli bilang bahwa duri kita adalah brand atau merek. Dan sebagus apapun merek kalau tidak didesain citranya dan tidak dijual maka tidak akan memberikan dampak positif bagi diri kita dan lingkungan.
Secara garis besar ada dua hal penting untjk membangun citra diri. Pertana adalah menemukan diri kita sendiri. Apa potensi istimewanya, apa kelebihannya dan apa potensj dan skill yang benar-benar kita kuasai.
Kita tidak akan bisa membangun citraa diri kalau kita beljm menemukan siapa kita yanh sebenarnya. Maka dari itu, menemukan diri sendiri menjadi hal utama
Kedua, melakukan aktivitas citra atau pencitraan diri. Ingat ya, pencitraan itu tidak selalu buruk. Ketika kita membangjn citra sebagai seorang penulis, ini bukan pencitraan.
Ketika kita melakukan pencitraan seorang yang stilysh, ini juga bisa disebut pencitraan. Ketika identitas kita jelas dengam konsep membangun citra diri maka akan memiliki dampak posirif dibandingkan yang tidak melakukannya.
Di ujung tulisan saya ingin kembali mengingatkan bahwa membangun citra diei itu penting untuk memudahkan publik mengenal kita utuh.
Dari sini diharapkam dampak positif baik untuk diri kita sendiri, keluarga bahkam lingkungan besar. Semoga siapa saja yang membaca tulisan ini segera mcari dan menemukam diri untuk selanjutnya bisa adaptasj.****
