Kontroversi antara beberapa brand lokal, influencer dan netizen terkait Paris Fashion Week mulai ramai diperbincangkan. Hal ini mencuat sejak Lucky Heng, seorang pengusaha dan penikmat fashion asal Indonesia mencoba meluruskan disinformasi terkait “Paris Fashion Week.”
Sebelumnya, beberapa brand lokal Indonesia banyak mendatangkan influencer ke Paris karena berbagai kegiatan. Salah satu brand mengklaim bahwa mereka tampil di Paris Fashion Week.
Hal ini kemudian dibantah oleh Lucky Heng. Menurutnya, brand tersebut hanya muncul pada acara Fashion Week Online yang bukan merupakan acara resmi Paris Fashion Week.
Sehingga, brand yang mengklaim dirinya tampil di Paris Fashion Week padahal tidak adalah sebuah pembodohan/pembohongan publik terlebih pada netizen yang awam soal fashion. Lebih jelas, Lucky Heng mengatakan bahwa acara yang dihadiri oleh mereka hanyalah sebuah show yang dilakukan di Paris bertepatan pada tanggal kegiatan Paris Fashion Week.
Nama Gekrafs juga sempat terseret. Lembaga ini menjadi salah satu penyelenggara Fashion Show yang digelar di Paris dan bekerja sama dengan sederet brand lokal. Dikutip dari laman Instagram Ifan Seventeen, sebagai perwakilan Gekrafs ia menegaskan acara yang diselenggarakan bukanlah acara resmi Paris Fashion Week melainkan acara GEKRAFS PARIS FASHION SHOW DURING (AT) PARIS FASHION WEEK.
Dilansir dari Vogue, Paris Fashion Week resmi pertama kali diselenggarakan pada tahun 1973 dan dibentuk oleh Fédération Française de la Couture, dan dibuka dengan game-changing Battle of Versailles Fashion Show.
Battle ini — hanya untuk variasi busana — menampilkan ketegangan bersejarah antara Paris dan mode New York ditampilkan di atas panggung. Lima desainer Prancis terbesar diadu dengan lima orang Amerika yang tidak dikenal.
Acara ini merupakan penggalangan dana untuk merestorasi Istana Versailles. Menampilkan Yves Saint Laurent, Emanuel Ungaro, Christian Dior (saat itu dirancang oleh Marc Bohan), Pierre Cardin dan Hubert de Givenchy dari tim Prancis, melawan Anne Klein, Halston, Oscar de la Renta, Bill Blass dan Stephen Burrows mewakili Amerika.
Berangkat dari kekisruhan netizen terkait hal ini, Kazee Digital Indonesia sebagai perusahaan big data mencoba menganalisis data yang tersebar di media. Analisis menggunakan sistem media monitoring pasca Lucky Heng mengeluarkan pendapat terkait Paris Fashion Week. Analisis dilakukan pada tanggal 7-8 Maret 2022 dengan menggunan query: ("Paris Fashion Show" OR "Paris Fashion Week" OR "PFW" OR "Fashion Show") NOT "Russia"
https://blog.kazee.id/kontroversi-media-terkait-brand-lokal-fashion-show-di-paris
.jpg)